Kisah Qabil dan Habil Perspektif Tafsir Maqashidi
DOI:
https://doi.org/10.32616/pgr.v10.1.546.72-83Keywords:
Kisah Qabil dan Habil, Tafsir Maqashidi, Maqashid Syari’ahAbstract
Kisah Qabil dan Habil diceritakan dalam surat Al-Ma’idah ayat 27-31. Kisah ini secara substansial sangat menarik karena berbicara tentang sejarah kemanusiaan. Kisah ini bermula dari kurban Habil yang diterima Allah dan ditolaknya kurban Qabil. Qabil sakit hati, dengki lalu membuahkan kebencian yang besar. Karena dorongan hawa nafsunya Qabil lalu membunuh Habil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Data-data dideskripsikan lalu dianalis. Sumber datanya terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan data sekunder bersumber dari kitab-kitab tafsir, jurnal penelitian, dan lain-lain yang berkaitan dengan tema.
Berdasarkan hasil analisis, tafsir maqashidi adalah tafsir Al-Qur’an yang memberikan penekanan pada prinsip-prinsip maqashid syari’ah dan menguak ideal moral, tujuan, maksud, dan cita-cita Al-Qur’an di balik teks ayat. Dari sudut pandang tafsir maqashidi, ditarik kesimpulan bahwa kisah Qabil dan Habil berkaitan erat dengan prinsip-prinsip maqashid syari’ah. Yakni hifdzud din (menjaga agama), hifdzun nafs (menjaga jiwa), hifdzun nasl (menjaga keturunan), hifdzul aql (menjaga akal), dan hifdzul mal (menjaga harta).
Pembunuhan Qabil terhadap Habil adalah melanggar prinsip hifdzun nafs. Sikap tidak mau menyerang atau membalas yang dilakukan Habil karena takut kepada Allah, memilih sikap pasrah dan menjunjung prinsip ketaqwaan adalah cerminan dari prinsip hifdzud din. Demikian pula keteguhan Habil menjaga emosi, tidak dikuasai hawa nafsu, tetap berpikir dengan jernih penuh pertimbangan adalah termasuk dalam kerangka hifdzul aql. Pembunuhan Qabil terhadap saudaranya adalah melanggar prinsip hifdzun nasl. Sikap Habil mempersembahkan kurban berupa domba yang besar, gemuk dan sehat merupakan cerminan dari prinsip hifdzul mal.
Downloads
References
Arifin, Bey. Rangkaian Cerita dalam Al-Qur’an. Bandung: PT Al-Maarif, 1971.
Ibn Katsir, Isma’il. Tafsir Ibn Katsir. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2017.
Kiptiyah, Siti Mariyatul. “Kisah Qabil dan Habil dalam Al-Qur’an: Telaah Hermeneutis.” Adz-Dzikra 13, no. 1 (Juni 2019).
Mauluddin, Moh. Tafsir Ayat-Ayat Waris Perspektif Tafsir Maqashidi Ibn ‘Ashur. Tesis, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.
Mustaqim, Abdul. Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqashidi sebagai Basis Moderasi Islam. Naskah pidato pengukuhan Guru Besar dalam bidang Ulumul Qur’an, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019.
Muqit, Abdul. “Klasifikasi Maqashid dalam Tafsir Maqashidi.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 3, no. 1 (April 2022).
Rifqi, M. Ainur, dan A. Halil Thahir. “Tafsir Maqashidi: Building Interpretation Paradigm Based on Maslahah.” Millah: Jurnal Studi Islam 18, no. 2 (2019).
Robikah, Siti. “Rekonstruksi Kisah Ratu Balqis dalam Perspektif Tafsir Maqashidi.” Al-Wajid 2, no. 1 (Juni 2021).
Sari, Maula. “Transplantasi Organ dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqashidi.” Substantia 22, no. 1 (April 2020).
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Sholihah, Hani. “Tafsir Maqashidi sebagai Metode Alternatif Istimbath Hukum.” Al-Afkar: Journal for Islamic Studies 6, no. 3 (2023).
Thanthawi, Muhammad Sayyid. Tafsir Al-Wasith. Kairo: Dar al-Sa‘adah, 1986.
Umayyah. “Tafsir Maqashidi: Metode Alternatif dalam Penafsiran Al-Qur’an.” Diya al-Afkar 4, no. 1 (Juni 2016).
Zaiyadi, Ahmad, dan Kurniawan. “Hikmah Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqashidi.” Al-Qalam: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 1 (2024).
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fatih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




